Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

81. DI MANA TUHAN? (7)

Tidak jatuh... sehelai dedaunan kecuali dengan izin dari TUHAN yang menciptakan Bisa pada siang... yang lebih sering pada malam hari roh manusia selalu berpisah dari jasad "Ya ALLAH... apakah roh si Fulan di izinkan untuk kembali lagi?", tanya sang Malaikat Berzikir lah engkau... sebelum menuju ke tempat tidurmu dan hadapkanlah wajah mu kepadaNYA Bila tiba akhir... yang telah disematkan di buku takdir semoga nanti kita mendapatkan surgaNYA Bertakwalah kalian... roh itu urusan TUHAN mu dan engkau tidak di beri ilmu kecuali hanya sedikit saja Husnul khatimah... (sebuah akhir yang baik) ku-ingin pulang bersama dengannya. oleh: Amirullah, Lainungan,                 Sidenreng Rappang,                        Sulawesi Selatan,                                  INDONESIA.

80. SERPIHAN HATI

Wahai ilalang-ilalang... mengapa hanya berdiam diri nyanyikan laksana bahasa kekasih Agar aku bisa memahami... ku-tak tahu lagi ada apa dia tiada resah-lah hati karena tiada berkabar Katanya di masa depan... tidak akan datang lagi padaku walau badai sudah usai dan berlalu Pen-cinta yang sejati... kan kuat menerima kekalahan hilang tumbuh tidak lapuk di hujan Kerinduanmu padanya... luka itu engkau bawa berlari hingga menuju di pulau harapan Jangan engkau benci... atau lebih baik tak ada lagi karena dialah kini dan juga nanti Tentang bahasa cinta... engkau lebih mampu bahagia karena riak-riak ombak masa lalu. oleh: Amirullah, Lainungan,                  Sidenreng Rappang,                         Sulawesi Selatan,                                    INDONESIA.

79. SIAPA TUHAN? (8)

Batu... ... engkau batu yang punya hati Yang kekal... sedekah yang tulus bekal hidup abadi Hidup ini... bukan kita hidup untuk yang MAHA hidup Hidup itu... bukan kita hidup karena yang MAHA hidup Hidup kita... DIA-Lah engkau bisa hidup Kosong... matilah sebelum kita mati Engkau air... di tebas pedang namun tetap bertaut dan bertaut lagi "Yang beriman dan beramal saleh rasa berkasih dan sayang." (Surat Maryam Ayat: 96). oleh: Amirullah, Lainungan,           Sidenreng Rappang,            Sulawesi Selatan,                  INDONESIA.

78. ASA DAN DO'A

Cinta untuk-mu hanya laksana api pada kayu jadi debu Kau minta padaku tentang banyak anak oh, kita lihat saja nanti Cinta kita... seadanya kau dan aku setelah-nya akan tiada Itulah cinta... cinta kau dan aku dan cinta semua insan Anak-anak kita... bak pertama elok jelita semua tergantung takdir namun kita mesti berdoa Akulah api kayu dan kaulah api kayu yang dari debu jadi debu Hidup hanya kenangan... yang kemarin di mana kuburnya dan yang hari ini menuju jenazah esok-pun akan meninggalkan kita? Hidup hanya kenangan yang ada pasti akan berlalu menanti cinta yang datang semoga yang di sana bahagia di dalam surga TUHAN, kabulkan-lah... bimbinglah anak-anak kami menjadi hamba-MU yang saleh dan salehah, aamiin. oleh: Amirullah, Lainungan,           Sidenreng Rappang,            Sulawesi Selatan,            INDONESIA.

77. BISIKAN CINTA

Wahai... mau-kah kau menjadi bidadari-ku? Hanya untuk-mu... akan kubuka pintu hatiku selebar jauh mata memandang Kau bilang padaku... "Aku akan memikirkannya dulu." Terimakasih... senang sekali aku bisa bertemu dengan-mu Duhai tentang-mu kau satu dalam hatiku gelisah siang dan malam ku-tak dapat tidur Di sini kumenunggu... berharap deg-degan gemuruh jantung-ku semoga ada berita indah yang kau siapkan bila ku-datang lagi menemuimu Bidadari-ku... bersanding dengan-mu impian setiap sang pencinta ku-mau kaulah napas hidup-ku "Ya, aku terima cinta-mu dan kaulah bidadaRA-ku," bisiknya. oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

76. MENGAPA TUHAN? (6)

Mungkin... ada yang salah atau mungkin karena takdir tetapi kita masih bisa berdoa Siapa engkau... yang tak kunjung bersinar jangan pernah berputus asa keindahan lahir disetiap masa? Hindarilah engkau... rasa merasa paling hebat karena ujung-ujungnya bisa jadi kesialan yang datang Yang sudah terjadi... biarlah itu terjadi karena memang sudah benar terjadi untung tak dapat di raih dan malang tak dapat di tolak Engkau bernafas... bersabarlah dan bersyukurlah karena kita belum jenazah Usia muda... semangat berapi-api asa dan asah-lah asamu sebelum dunia kita menjadi gulita Kesombongan... itu bukan pakaian-mu bukan pakaianmu tetapi itu pakaian TUHAN. oleh: Amirullah, Lainungan,                   Sulawesi Selatan,                          INDONESIA.

75. DI MANA TUHAN? (6)

Ber-iman... ... semua orang boleh berkata bahwa dirinya sudah ber-iman tapi tidaklah cukup hanya dengan lisan saja Wahai orang-orang yang ber-iman sungguh engkau akan di uji dan di uji dengan berbagai ujian berkelanjutan apakah iman-mu itu sebenar-benarnya merupakan iman yang kokoh kuat? Kian tinggi iman seseorang... akan semakin bertubi-tubi cobaan yang datang menerpa dan menerjang Iman itu mesti menyata... belumlah cukup hanya kata 'muslim' dia bagaikan pohon yang punya nama ada akar dan terlihat di mana batang dahan - ranting - daun - dan buah Iman para insan... ada kala naik ada kalanya turun nampak pada lahirnya berdiam di hati dan ketahuilah bahwa ALLAH meliputi segala sesuatu di manapun dan kapanpun dan sungguh TUHAN-mu mengetahui tentang yang benar dan yang dusta, ( Surat Al-Ankabut, ayat:2-3 ) Wahai muslim muslimah... engkau sudah mengenal TUHAN-mu maka carilah di engkau tentang : "Aku bersaksi Tiada TUHAN selain ALLAH." TU...

74. SIAPA TUHAN? (7)

Menjadi gunung yang tinggi... tidak mengapa bukit kecil yang cantik atau jalan yang setapak berkelok indah sebuah gazebo di tengah lembah danau Terdapat suatu hikmah... di balik segala kejadian yang ada hikmah adalah sesuatu yang tercecer maka ambillah hikmah itu walau dari seorang hitam yang hina-dina Hukum alam pasti adanya... dan tidak semua hasrat bisa tergapai kehidupan hamba sesuatu yang mutlak bukan untuk memilih tetapi di pilih-kan Bukan insan yang memilih... di sana mereka terlahir budak kerdil bukan kehendak nyamuk di mulut cicak tiada daya dan upaya kecuali TUHAN-mu Andai dulu kala diserahi pilihan... tak seorang-pun ingin lahir pecundang sudah pasti memilih rahim seorang Ratu Musnah semua kesombongan... apabila telah mengenal siapa diri-nya dan juga mengenal siapa TUHAN-nya Segala sesuatu karena takdir... maka seutama-utama suatu kaum mereka ber-zuhud dan ber-tawadhu Tak terelakkan oleh kita... sekilo beras merah yang ada di rumah di angku...

73. HADITS VS HADITS

Benturan... ... betapa cantik-nya nafsu kekacauan kecil menengah atas padahal kita ini disini adalah satu Wahai sampaikan... walau hanya satu ayat ( ilmu ) yang dapat menggembirakan-nya : "DIA Maha Pemurah Maha Penyayang." Kebohongan karena kebodohan era kini beberapa yang menakjubkan maka jangan kalian langsung menelan dan patokan kita selalu pada yang awal Karena hadits-hadits itu... ada yang didatangkan dari ahli sunnah ada yang didatangkan dari ahli bid'ah ada pula berasal dari yang poros tengah Carilah hadits shahih... dia termasuk bagian dari rezeki suatu keutamaan dan keberkahan maka pilihan kita tetaplah yang serupa Kurang tersadari kadang... sihir kecil menghijab akal sehat lalu kebathilan bertukar kebenaran bijaksana-lah kalian pada yang baru Hidayah sudah tentu mahal : "Ihdinash shiraathal mustaqiim," (Bimbing kami ke jalan yang lurus),          - Surat Al Fatihah ayat: 6 - oleh: Amirullah, Lainungan,     ...

72. BULAN DALAM PELUKAN

Inilah bulan cinta kita... cinta TUHAN kepada hamba-NYA sebagai bukti kasih dan sayang-NYA Muslim dan muslimah... ramadhan sudah menyapa kita yang di nanti-nanti dan di damba Bulan yang di rindukan... pembawa gembira dan bahagia bagi sang Pencinta atau juga bukan Ramadhan dalam pelukan... yang di muliakan dan di sucikan namun bukan berarti tak ada lara Malang tak terelakkan... mendekat-lah engkau kepada ALLAH akan di ringankan masalah yang ada kata dokter memang kebanyakan manis-nya itu ber-bahaya Engkau sedang bersedih... suatu musibah tengah menimpa air matamu-pun menganak sungai bersabarlah engkau dan sungguh TUHAN memberi banyak bagi yang lebih bersabar Wahai sang pencinta... ramadhan  itu bulan dari surga sekarang laksana sedang di akhirat musabab ber-iman dan bertakwa Muslim dan muslimah... anggaplah bulan ini yang terakhir hingga lebih bertekun dan ikhlas surga kita kini dan nanti. oleh: Amirullah, Lainungan,       ...

71. MALAIKAT VS NABI

Bisa jadi, yang... paling menghambakan diri seseorang itu telah di penuhi salah dan dosa-dosa atau saking cintanya dia kepada TUHAN Terlalu cinta dunia... seseorang bisa menyembah akal karena telah lupa dari mana dia berasal Rezeki rahasia TUHAN... ajal - jodoh - sakit -  entah dimana dan akal kita sudah tentu ter-dungu tak dapat menjangkau dengan pasti Menjadi seorang jenius... waspada menempatkan akal pada tempat-nya di mana tanah di pijak di situ langit menjadi junjungan Alhamdulillah... (Segala puji tertuju kepada ALLAH) Nabi Nabi tidak menyampaikan yang dari isi kepalanya Kita tempat salah dan lupa... Nabi Adam adalah manusia pertama ketika suatu malam dia sedang bermimpi Adam masih berdua istrinya... di dalam mimpi Nabi Adam sedang berdua dengan ALLAH, "Wahai TUHAN-ku... siapakah mereka-mereka itu disana?" ALLAH lalu menjawab... "Mereka kelak anak-anak turunanmu yang paling ber-aura hanya berusia tiga tahun saja." Nab...

70. DIA MELIHAT TUHAN (3)

Engkau jahat... bahkan orang yang paling jahat masihkah dosa-dosa bisa di ampuni? "Ya, bila engkau telah bertaubat dan hanya mengerjakan perbuatan yang baik." Diperintahkan kepadamu... kecuali segudang isi manfaat di dalamnya yang tersurat dan trrsirat pada ibadah ibadah-mu wahai hamba yang tulus karena ALLAH Engkau akan merasa kaya... walau sengsara dan sebatang kara karena engkau ber-TUHAN dan mengingat akan mati Yang berlebihan bahagia... karena dia ber-TUHAN dan mengingat mati membuatnya berbagi bahagia demi  bekal-nya sendiri Setiap detik terlalui... dalam kesendirian atau berkumpul kematian sangat dekat kepadamu bagai bayangan diri  sendiri Muslim muslimah... bila datang bulan ramadhan hendaklah benar-benar ber-puasa demikian itulah setinggi dan sebaik baik ibadah -- hanya engkau dan DIA yang mengetahui Engkau akan merasa bahagia walau tanpa apapun dan siapapun bila engkau sudah mengenal TUHAN dan setelahnya tiada lagi hanya DIA Sahaba...

69. MENGENAL TUHAN (2)

Duh, mengapa... ... dan ada apakah aku ini selalu dan terus takut akan mati? Apakah tidak cinta... bukankah aku sendiri merindukan-NYA padahal kematian itu pintu bertemu DIA? Yang datang akan berlalu... di adakan lalu di paksa jadi tiada tiap tiap insan takut akan kematian Benarkah ku-cinta DIA... tidak cukup hanya ucapan dibibir segala sesuatu bersama yang di cinta? Andaikan saja mungkin... aku ingin hidup seribu tahun lagi di mana kematian tak sanggup melawan-ku Yang mengenal TUHAN... disini dan kini dia bersama DIA sang pencinta bersama yang di CINTA Beradab adalah ilmuwan... dan yang jenius belum tentu beradab maka perbedaan di antaramu adalah rahmat. oleh: Amirullah, Lainungan,                         Sidenreng Rappang,                                Sulawesi Selatan,             ...

68. SERPIHAN SURGA

Bulan ramadhan... sebulan laksana seribu bulan ibu dari bulan- bulan yang lainnya Muslim muslimah... Ramadhan bulan yang mulia padanya diturunkan firman TUHAN ALLAH Maha Penyayang... di sebelas bulan tak luput salah ramadhan tiba  sebagai putih-nya Wajib dan sunnah... hendaklah memperbanyak ibadah tak pasti kita bertemu lagi bulan ramadhan di tahun depan Sepuluh pertama rahmatNYA sepuluh hari kedua ampunanNYA sepuluh hari  akhir adalah surgaNYA Ada satu malam... dalam malam itu lebih baik dari seribu bulan, 'LAILATUL QADAR' Pada penutupan pagi... keharuman dan kebaruan terasa aura-aura yang telah tersucikan bias laksana bayi yang baru di lahirkan 'Mohon maaf lahir dan batin'. oleh: Amirullah, Lainungan,                    Sidenreng Rappang,                            Sulawesi Selatan.

67. MALAIKAT TAK BERSAYAP

Bunda... ... ku-mengenang di kau yang kebaikanmu tiada batas namun belum juga sesuatu yang bisa ku-persembahkan kepadamu Malahan, terjadi kebingungan dan kepanikan yang gerah dera setelah Bunda meninggalkan aku yang bagai tanpa arah palang jalanku terjengkang tak ada lagi tempat bersandar yang kokoh Astaghfirullah... ... (Ampunilah hamba-MU ya ALLAH) Tak sisa, hanya ada rindu sunyi sepi dari tutur sikap muliamu ku-sendiri terlilit pusaran sang waktu duh, mengapa aku larut di masa lalu ? Dahulu, tentang harapan masih selalu yang itu-itu juga yang laksana hasrat para raja-raja yang ingin hidup seribu tahun lamanya gerasah - gerusuh mencari di mana apa singgasana kerajaan-nya yang telah hilang atau memang tidak ada? TUHAN-ku, kutakut bila masaku berakhir Alhamdulillah... ... (Segala puji tertuju kepada-MU) yang bagai terhempas jerembab doa-doaku kepada-NYA senantiasa berharap umur yang di panjang-kan Maafkan aku, Bunda... yang dari dulu hanya mimpi-mi...

66. DIA MELIHAT TUHAN (2)

Sehat... dan waktu yang luang yang engkau dan aku sia-siakan ini yang paling sering kita pelihara Tua-an... tertinggal jauh di belakang maksud hati ingin memeluk gunung apa daya yang tersisa hanya bongkok-nya Berdarah... jalan seakan beronak-duri kita oleng dan terjerembab karena langkah kaki yang memble Kecewa... ini yang banyak terjadi karena kita hanya berharap kepada manusia  dan TUHAN terlupakan Sudah-lah... kesedihan menetes-lah airmata yang  akan menghapus salah dan dosa memohon ampunan hingga dia berakhir Muslim muslimah... sebaik-baik hamba mereka yang paling banyak berbuat baik kepada sesama karena takwanya kepada TUHAN Yang muda-mudi... jangan pernah membuang ilmu sebelum dia mencerai beraikan-mu memisahkan-mu dengan TUHAN Sahabat Nabi berkata: "Kemanapun aku menghadapkan wajah-ku di sana kulihat TUHAN-ku." oleh: Amirullah, Lainungan,                    Sidenreng Rappang,       ...

65. DIA MELIHAT TUHAN

Orang bijak bertanya: ... "Siapakah diri kita yang sebenarnya dan dia pula yang menjawab itulah hidup kita saat ini." Husnul khatimah... ( Sebuah akhir hidup yang baik ) entah-lah apakah kita bisa mendapatkan nya Apakah kamu cinta... benar-benar cinta kepada diri-mu dan benar-benar cinta kepada hati-mu? Wahai Muslim muslimah... baca-lah dan pahami-lah Kitabullah surat-surat cinta TUHAN-mu untuk-mu Cinta-NYA kepada kita... maka engkau di perintahkan shalat yang dari-mu untuk-mu atas izin-NYA suatu dialog dan perjumpaan seorang hamba dengan TUHAN bila DIA meridhoi Takwa seorang hamba... selalu menunaikan panggilan cinta-NYA demikian itulah hamba yang sudah mengenal siapa dirinya ada cinta sang pencinta dan yang di CINTA bersama Ada apa denganmu... dua mata dapat melihat dan dua telinga mendengar karena cinta-NYA karena cinta-NYA kepada-mu dan DIA cinta kepada-mu sehingga engkau dapat melihat dan mendengar? Itu dari TUHAN-mu... yang dipinjamkan kepadamu untuk ...

64. TRAGEDI CINTA

Lara... dan pilu dia ke-lain hati Bukan-kah... telah ku-yakin tentang ayat-ayat cinta? Dedaunan... yang terhempas jauh tak pernah marah pada angin Ku-tak bisa... bila dia tiada di sisi dan dia adalah hidupku Tidak... bak laut menerjang ku-bukan gelombang TUHAN-ku... mengapa aku lunglai mudah jatuh dan terkapar? Kata gurunya : "Sudahlah... TUHAN-mu yang menghendaki kau tetap di sini." Menangis... dia menangis tersiar kabar berita tentang kapal Arjuna yang tengah karam tak sisa. oleh: Amirullah, Lainungan,                Sidenreng Rappang,                    Sulawesi Selatan.

63. SABDA CINTA (4)

Anak-anak perempuan... berkumpul di salah satu rumah menunaikan ibadah-ibadah tarawih Mungkin tidak mengapa... kalau mereka mempunyai alasan dengan ke mesjid takut-takut fitnah rukun dan bahagia selalu wahai adik-adik dan anak panti Kepada yang hartawan... ulurkan kasih sayang kepadanya dia juga senang berbuka puasa dan bahagianya bisa saja melemahkan bahaya-bahaya bila ada Meringankan si Pinggiran... di bulan penuh berkah Ramadhan sangat di anjurkan dan berlipat lipat pahala yang di dapatkan Ya ALLAH TUHAN-ku... mudahkanlah langkah hamba-MU untuk senantiasa membangun bekal di kehidupannya sendiri sesudah mati setiap yang bernyawa pasti mati Wahai yang bertakwa... semoga kalian bahagia dan ridha maka balasannya-pun ALLAH ridha Rasulullah bersabda : ... "Hak hamba atas ALLAH bila mereka melaksanakannya maka ALLAH tidak akan meng-adzabnya." Ramadhan bulan madu... padanya cinta dan kasih sayang engkau dan aku mendapatkan surga kecuali bila ...

62. AYAT CINTANYA (4)

Aku... aku dan kau sejak dari T.K. dekat Benar... aku ini diriku kau adalah dirimu Realita... kita sama rasa satu di dalam cinta Ya, cinta... bak dua mata cinta kedua mata melihat dan di lihat menjadi satu Percayalah... kita sama cinta tak ada yang lain Jangan ragu... kita ter-ikat janji tak akan ber-pisah Cinta kita... kau dan aku satu hingga dunia berakhir "AKU jadikan kamu juga KU-jadikan jodoh-mu," (Surat An - Nisa, ayat :1). oleh: Amirullah, Lainungan,                    Sidenreng Rappang,                           Sulawesi Selatan.

61. AYAT CINTANYA (3)

Hai, say... apa kabarmu baik sehat kan ? "Ada apa... itukah cinta ya ampun mah buktinya mana ?" Anak sulung... semata wayang tentu-lah kita sayang Sayang-ku...? "Itu adalah kasih luas tapi berpagar." Cinta-ku...? "Itu adalah sayang luas tanpa batasan." Sayang-ku...? "Cinta apa sayang pilih-lah satu atau dua?" Sayang-ku...? "Itu belum cinta karena cinta sudah pasti sayang." Beda tipis... "AKU jadikan kamu laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal...." (Surat  Al Hujurat, ayat:13). oleh: Amirullah, Lainungan,           Sidenreng Rappang,           Sulawesi Selatan.

60. DIA MERAYU TUHAN

Aku... tidak suka dia dan dia lagi Mengapa... harus ter-cipta ku-takut padanya? Dia, yang menggerogoti lihatlah diri-ku ini kian jelek amat Si Fulan... itulah namanya yang senantiasa berdoa kepada TUHAN-nya : "TUHAN-ku... hentikanlah dia 20 tahun untukku." Selalu... datang-datang tak bisa di cegah Ngeri akh... hingga ku-takut berdiri di depan cermin TUHAN-ku... aku takut dia menghabisi aku Kemarin... masih bicara dengan-ku kini dia terbujur kaku Begitulah... dia-lah "WAKTU" tidak pandang siapa kau dan aku. oleh: Amirullah, Lainungan,           Sidenreng Rappang,           Sulawesi Selatan,           INDONESIA.

59. DI MANA TUHAN? (5)

Shalat kita... engkau di kala berbisik ke bumi dan langit akan senantiasa mendengarkan Alhamdulillah... (Segala puji tertuju kepada-NYA) asal dari semua kehidupan dan Sang pencipta segala kenikmatan yang ada Yang ber-syukur... di antara hamba-hamba akan mendapat kerugian karena yang berterima kasih kepada-NYA hanyalah yang takwa Memberi sedekah... bersama dengan hati yang ikhlas semoga umur kalian di tambahkan Nikmat apakah... karena manusia sudah terlanjur hidup dan takut sekali akan datangnya kematian? Seorang raja... dan hamba hamba yang adil mereka tentu mencintai kedua matanya Maka akhirat itu... dunia yang akan mengikutinya laksana bayang bayang mengikuti pemiliknya Yang istiqamah... cinta TUHAN kepada mereka pada semua gerak cinta-NYA di atas segala cinta Di setiap waktu... DIA yang menjaga dan melayani bukan engkau yang melangkah di saat kaki sedang berjalan. oleh: Amirullah, Lainungan,             ...

58. AKSARA CINTA (3)

Cinta... aku jatuh cinta dan sebab sesuatu kita terpaksa ber-pisah Cinta... yang tak sampai dan  dia tidak bersalah Hidup ini... hanya-lah kenangan mengalir entah mau kemana Di mana... kemarin kan berlalu hari ini segera berlalu dan esok-pun pasti akan berlalu? Salah siapa... semua sudah benar kita terkurung sang takdir? TUHAN-ku... hanya kepada-MU aku menyembah dan kepada-MU aku berserah diri TUHAN-ku... hidup dan matiku dalam genggaman-MU Hidup ini... hanya kenangan meraib entah di-mana di mana kan kucari gua-nya? oleh: Amirullah, Lainungan,                  Sidenreng Rappang,                         Sulawesi Selatan.

57. SIAPA TUHAN? (6)

Adzan... ALLAH Yang Maha Sayang si Hamba-lah yang kurang mendengar Wahai hamba... DIA selalu ada memanggilmu tetapi engkau tak memperdulikan-NYA Firman-NYA: ... "Bukankah AKU ini TUHAN-mu?" "Benar ENGKAU TUHAN-ku," jawab si Hamba tatkala dia masih di alam ruh Godaan yang merangsek... ulah pesona indahnya dunia mejadikan kita bagai tersihir lalu mengabaikan yang menciptakan Sabda Nabi: ... "Yang menemukan-NYA akan abadi dan yang lainnya sesuatu yang akan hilang." Wahai, kembali... kembalilah engkau kepada TUHAN-mu cinta-NYA kepadamu menundukkan keduanya Di manapun engkau berada... kapanpun dan bagaimanapun engkau: ... "Pandanglah wajah-KU karena AKU juga suka memandang wajah-mu," firman-NYA Maka, cemburu... menyerahkan diri kepada selain-NYA maka DIA akan serahkan engkau kepada dia Waktu terus melaju... apakah kita sudah benar-benar bersiap karena panggilan yang terakhir adalah maut? oleh: Amirullah, Lainungan...

56. MENCARI TUHAN (7)

Bagai air mengalir... bukan memaksakan kehendak bersilat lidah menganiaya diri sendiri Hidup ini perjuangan... yang seadanya dari tangan ke mulut dan hak-hak TUHAN telah kita tunaikan Takdir di tangan TUHAN... menjadi kaya memilih hidup sesuka-suka bisa berbagi ke panti-panti dan kaum pakir Maha Suci ALLAH... dan tidaklah TUHAN-mu menerima darimu kecuali yang baik dan benar dan bersih pula ALLAH lebih mengetahui... DIA-Lah yang memberi tahu kepada manusia mengajarkan yang banyak sejak Nabi Adam yang darinya turun-temurun hingga kini dan yang sebagian tetap menjadi rahasia Fiqih dan hukum-hukum... buah hasil dari utak-atik opini manusia sekedar tutur cakap berandai duga-menduga Mendekatlah kepada-NYA... dan berhentilah merantau terlalu kejauhan sesat di jalan bisa saja tak pulang-pulang Hamba mencari TUHAN... dan tidaklah seseorang akan mengenal DIA kecuali diri-NYA sendiri yang memperkenalkan diri kepada hamba. oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rapp...

55. ENTREPRENEUR LANGITAN (5)

Sebuah wejangan... terdapat sepuluh pintu rezeki sembilan di antaranya dimiliki pedagang mereka tidak mengurangi takaran dan yang tidak mencampur yang baik dengan yang buruk Berdagang di anggap halal... menerangkan ilmunya termasuk sedekah dan bila terjadi kecocokan adalah berkah sesuai dengan anjuran dalam agama Jual beli bagian ibadah... yang pelayanan nya baik saling menguntugkan sebagian pula tersisihkan untuk anak yatim dan sedekah bukan berarti berkurang justru akan semakin murah rezeki Hidup berbagi akan indah... padanya terdapat ketenangan di jiwa kita tak tahu doa siapa yang akan di terima Ada di luar kemampuan... sangat tidak mungkin merampungkan semua menyadari demikian kita mesti berserah diri kepada TUHAN Seseorang mungkin menilai... aturan hidupmu terdapat beberapa kekurangan tapi dengan peraturan sendiri itulah kekuatan maka perbedaan tidak harus berpisah Menyukai dan membenci... dua kata ini akan selalu hinggap di hati maka janganlah mel...

54. AYAT CINTA-NYA (2)

Ingin pulang... hujan emas di negeri orang dan hujan batu dikampung sendiri ku-pilih negeriku Kukira tidak begitu... manalah mungkin aku merantau di sini bila dikampung halaman bertabur bintang? Ada saja masalah... kegelisahan di hati jadi tumpang tindih rindu-ku ingin pulang menggebu-gebu Sesuatu merayu-dayu... istriku di kampung sang primadona Desa kecemasan-pun bergantung dan aku takut bila dia di ambil orang Mungkinkah hanya naluri... menular pening melintir bertali-tali tubuhku duh, ada apa gerangan di seberang sana? Oalaaa, dungu-nya di aku... kata nasehat sahabat rekanan kerjaku "Seorang istri jangan ditinggalkan lebih dari tiga bulan." Hmmm, ada chat yang masuk... "Adik-adikku bulan ini melunasi hutang-nya Suamiku, pulanglah kita buka usaha toko, ya!" oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

53. AKSARA CINTA (2)

Heran... mengapa ada benci bukankah cinta itu ibadah? Andai ku-tahu... di mana letak diam-nya sudah lama kita putih-kan? Benci... benci tapi merindu cerminan hati yang debu Kita pasrah... wejangan berulang kali Nabi Adam yang sunyi sepi Cintalah sesuatu... atau bencilah sesuatu tetapi jangan berlebihan Aku tahu... dan engkau-pun tahu bahwa kita tidak percaya telah korban dari misteri-nya Ini kan janji kita dulu : ... "Engkau dan aku tidak akan pernah saling menyakiti." Dua tangan... takkan pernah berpisah mohon maaf lahir dan batin. oleh: Amirullah, Lainungan,                      Sidenreng Rappang,                               Sulawesi Selatan,                                         INDONESIA.