67. MALAIKAT TAK BERSAYAP
Bunda... ...
ku-mengenang di kau
yang kebaikanmu tiada batas
namun belum juga sesuatu yang
bisa ku-persembahkan kepadamu
Malahan, terjadi kebingungan
dan kepanikan yang gerah dera
setelah Bunda meninggalkan aku
yang bagai tanpa arah palang jalanku
terjengkang tak ada lagi tempat
bersandar yang kokoh
Astaghfirullah... ...
(Ampunilah hamba-MU ya ALLAH)
Tak sisa, hanya ada rindu
sunyi sepi dari tutur sikap muliamu
ku-sendiri terlilit pusaran sang waktu
duh, mengapa aku larut di masa lalu ?
Dahulu, tentang harapan
masih selalu yang itu-itu juga
yang laksana hasrat para raja-raja
yang ingin hidup seribu tahun lamanya
gerasah - gerusuh mencari di mana apa
singgasana kerajaan-nya yang telah
hilang atau memang tidak ada?
TUHAN-ku, kutakut bila masaku berakhir
Alhamdulillah... ...
(Segala puji tertuju kepada-MU)
yang bagai terhempas jerembab
doa-doaku kepada-NYA senantiasa
berharap umur yang di panjang-kan
Maafkan aku, Bunda...
yang dari dulu hanya mimpi-mimpi
hal bintang yang gemintang di langit
namun takdir juga belum berpihak
Di sini, dalam yakinku...
doa-doa lama Bunda masih ada
dan akan senantiasa menemani
di setiap langkah-ku, aamiin.
oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan.
ku-mengenang di kau
yang kebaikanmu tiada batas
namun belum juga sesuatu yang
bisa ku-persembahkan kepadamu
Malahan, terjadi kebingungan
dan kepanikan yang gerah dera
setelah Bunda meninggalkan aku
yang bagai tanpa arah palang jalanku
terjengkang tak ada lagi tempat
bersandar yang kokoh
Astaghfirullah... ...
(Ampunilah hamba-MU ya ALLAH)
Tak sisa, hanya ada rindu
sunyi sepi dari tutur sikap muliamu
ku-sendiri terlilit pusaran sang waktu
duh, mengapa aku larut di masa lalu ?
Dahulu, tentang harapan
masih selalu yang itu-itu juga
yang laksana hasrat para raja-raja
yang ingin hidup seribu tahun lamanya
gerasah - gerusuh mencari di mana apa
singgasana kerajaan-nya yang telah
hilang atau memang tidak ada?
TUHAN-ku, kutakut bila masaku berakhir
Alhamdulillah... ...
(Segala puji tertuju kepada-MU)
yang bagai terhempas jerembab
doa-doaku kepada-NYA senantiasa
berharap umur yang di panjang-kan
Maafkan aku, Bunda...
yang dari dulu hanya mimpi-mimpi
hal bintang yang gemintang di langit
namun takdir juga belum berpihak
Di sini, dalam yakinku...
doa-doa lama Bunda masih ada
dan akan senantiasa menemani
di setiap langkah-ku, aamiin.
oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan.
Komentar
Posting Komentar