106. CINTA DI UJUNG SENJA
Tidak... dia tidak merampasnya laksana laut dan gelombang ada pasang dan surut pula Senja... detik menit tidak berhenti kian merangkak menuju malam sudah waktu-nya untuk pulang Senja... masih ada hari esok tidak-kah engkau merisau Bunda menunggu-mu di rumah Senja... apakah engkau tahu dia-lah ibunya pelangi dan bukankah kehidupan ini indah bagai seribu satu warna pelangi? Senja... tidak hanya keindahan namun dia itu juga sakti dan di sana engkau bisa tersenyum Wahai... jangan di rumah saja sunset akan memberi kehidupan bahkan lebih dari yang kita bayangkan Senja... burung burung beterbangan yang pada pulang ke sarang-nya ber- nyanyi riang dan gembira "Yuk, kita pulang," bisik-nya Astaga... Ini bukan di dalam mimpi TUHAN datangkan untukku melebihi dari gambaran dalam do'a-do'a-ku Ya ALLAH... ampunilah salah hamba yang telah beberapa kali berburuk sangka astaghfirullah... . oleh: Amirullah, Lainungan, S...