105. BIDADARI DALAM PASUNGAN
Menangis... dan terus menangis kabar sang kekasih telah karam di telan tak sisa oleh amukan gelombang laut samudera di pantai selatan Duh, cinta... dia-lah yang bermain api lalu mengapa aku yang terbakar lembayung senja-pun terseret buram bermurung durja dalam kegelisahan-ku? Saban hari... dia berdiri di ujung dermaga rindu dan menanti sang belahan jiwa : "Kanda pasti pulang," bisik-nya Al hikayat cinta... dari dulu hingga kekinian tak pernah bosan-bosannya selalu mengincar dan menerkam korban-korban-nya Sampai kapan... menunggu yang tiada sedangkan aku ada sendiri di sini dan apakah belum sampai di telinga bahwa cinta-ku yang terbaik? Hendak di buang... tentu sangat di sayangkan laksana bunga yang sedang layu dan di tanam-pun takkan bisa tumbuh Suatu reportase... yang sungguh menyedihkan hati Bidadari dalam pasungan pesakitan sudah sejak lima tahun yang lalu Aku akan datang... tidak ada selain aku dan hanya aku yang paling mengerti ten...