77. BISIKAN CINTA
Wahai...
mau-kah kau
menjadi bidadari-ku?
Hanya untuk-mu...
akan kubuka pintu hatiku
selebar jauh mata memandang
Kau bilang padaku...
"Aku akan memikirkannya dulu."
Terimakasih...
senang sekali aku bisa
bertemu dengan-mu
Duhai tentang-mu
kau satu dalam hatiku
gelisah siang dan malam
ku-tak dapat tidur
Di sini kumenunggu...
berharap deg-degan gemuruh
jantung-ku
semoga ada berita indah
yang kau siapkan
bila ku-datang lagi
menemuimu
Bidadari-ku...
bersanding dengan-mu
impian setiap sang pencinta
ku-mau kaulah napas hidup-ku
"Ya, aku terima cinta-mu
dan kaulah bidadaRA-ku," bisiknya.
oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
mau-kah kau
menjadi bidadari-ku?
Hanya untuk-mu...
akan kubuka pintu hatiku
selebar jauh mata memandang
Kau bilang padaku...
"Aku akan memikirkannya dulu."
Terimakasih...
senang sekali aku bisa
bertemu dengan-mu
Duhai tentang-mu
kau satu dalam hatiku
gelisah siang dan malam
ku-tak dapat tidur
Di sini kumenunggu...
berharap deg-degan gemuruh
jantung-ku
semoga ada berita indah
yang kau siapkan
bila ku-datang lagi
menemuimu
Bidadari-ku...
bersanding dengan-mu
impian setiap sang pencinta
ku-mau kaulah napas hidup-ku
"Ya, aku terima cinta-mu
dan kaulah bidadaRA-ku," bisiknya.
oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Kereen loh puisinyaa.. Susah merangkai kata" manjadi puisi yg indah.. Sepertinya orang"tertentu saja yg bisa merasakan makna dr puisi
BalasHapusTerimakasih teman, saya juga masih belajar, semua bisa kuncinya adalah banyak membaca.terimakasih
Hapus