71. MALAIKAT VS NABI

Bisa jadi, yang...
paling menghambakan diri
seseorang itu telah di penuhi
salah dan dosa-dosa atau
saking cintanya dia
kepada TUHAN

Terlalu cinta dunia...
seseorang bisa menyembah akal
karena telah lupa dari mana
dia berasal

Rezeki rahasia TUHAN...
ajal - jodoh - sakit -  entah dimana
dan akal kita sudah tentu ter-dungu
tak dapat menjangkau dengan pasti

Menjadi seorang jenius...
waspada menempatkan akal pada
tempat-nya di mana tanah di pijak
di situ langit menjadi junjungan

Alhamdulillah...
(Segala puji tertuju kepada ALLAH)
Nabi Nabi tidak menyampaikan
yang dari isi kepalanya

Kita tempat salah dan lupa...
Nabi Adam adalah manusia pertama
ketika suatu malam dia sedang
bermimpi

Adam masih berdua istrinya...
di dalam mimpi Nabi Adam sedang
berdua dengan ALLAH,
"Wahai TUHAN-ku...
siapakah mereka-mereka itu disana?"

ALLAH lalu menjawab...
"Mereka kelak anak-anak turunanmu
yang paling ber-aura hanya berusia
tiga tahun saja."

Nabi Adam kecewa...
dia-pun bermohon kepada TUHAN,
"Ambilkan usiaku 100 tahun untuk
si Tampan."

"Baiklah kalau begitu...
silah-kan di catat wahai Malaikat,"
kata ALLAH

Manusia zaman dahulu...
di berikan usia yang panjang
ketika Adam sedang sakit dan lemah
beliau berkata pada anaknya

"Wahai anak-anakku...
berangkatlah ke surga mengambil
buah kecintaan sehat dan kuat

Manusia memang pelupa...
dan kita-kita ini sarang-nya salah
Nabi saja bisa kena penyakit amnesia

Di tengah suatu perjalanan...
ketiga anak Adam di cegat seseorang,
"Wahai kembali kalian...
Ayah-mu sudah tidak lama lagi."

Si Sulung ajukan tanya...
"Hai, siapakah engkau orang asing?"

"Aku malaikat maut utusan ALLAH
untuk ayah-mu," jawabnya

Setelah memberi salam...
malaikat pencabut nyawa di silahkan
"Apakah engkau mau mempercepat
ajalku, Malaikat?"

Malaikat heran sebagai saksi...
"Ya, usiamu sudah sampai wahai Nabi Adam," jawab si Pencabut nyawa

"Tidak malaikat, usiaku masih 100 tahun lagi," tegas-nya

Nabi Adam lupa dan protes...
dia lupa pada pemberian usianya kepada
anaknya yang Tampan

Jadi, mari kita banyak berdoa...
bukan hanya memohon yang di ingat
jangan pernah engkau menolak lupa !

oleh: Amirullah, Lainungan,
                  Sidenreng Rappang,
                        Sulawesi Selatan.
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

8. AKSARA CINTA

152. SURAT CINTA PUAN KYAI ( 2 )

156. SYAKARA ENTREPRENEUR