80. SERPIHAN HATI
Wahai ilalang-ilalang...
mengapa hanya berdiam diri
nyanyikan laksana bahasa kekasih
Agar aku bisa memahami...
ku-tak tahu lagi ada apa dia tiada
resah-lah hati karena tiada berkabar
Katanya di masa depan...
tidak akan datang lagi padaku
walau badai sudah usai dan berlalu
Pen-cinta yang sejati...
kan kuat menerima kekalahan
hilang tumbuh tidak lapuk di hujan
Kerinduanmu padanya...
luka itu engkau bawa berlari
hingga menuju di pulau harapan
Jangan engkau benci...
atau lebih baik tak ada lagi
karena dialah kini dan juga nanti
Tentang bahasa cinta...
engkau lebih mampu bahagia
karena riak-riak ombak masa lalu.
oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
mengapa hanya berdiam diri
nyanyikan laksana bahasa kekasih
Agar aku bisa memahami...
ku-tak tahu lagi ada apa dia tiada
resah-lah hati karena tiada berkabar
Katanya di masa depan...
tidak akan datang lagi padaku
walau badai sudah usai dan berlalu
Pen-cinta yang sejati...
kan kuat menerima kekalahan
hilang tumbuh tidak lapuk di hujan
Kerinduanmu padanya...
luka itu engkau bawa berlari
hingga menuju di pulau harapan
Jangan engkau benci...
atau lebih baik tak ada lagi
karena dialah kini dan juga nanti
Tentang bahasa cinta...
engkau lebih mampu bahagia
karena riak-riak ombak masa lalu.
oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
Komentar
Posting Komentar