155. SURAT CINTA PUAN KYAI ( 4 )

Benar tuturnya... 
kian tambah pengetahuan seseorang
akan semakin menyata dungu

Thank, Ustadz... 
karena Kalian aku dapat paham
rupanya Imam Syafi'i, murid
dari Imam Maliki

Dialog singkat... 
seperihal datangnya suatu rezeki
debat sengit Guru ( Imam Malik ) 
dengan muridnya ( Imam Syafi'i ) 

Laksana diubun... 
pada suatu siang terik
"Situasi begini enaknya makan buah," ujar
Imam Maliki, seakan tertuju
kepada Imam Syafi'i
( Mungkin belum Imam ) 

Mustahil, Guru... 
kita mesti mau bekerja keras
"Kan ada rezeki tak disangka," tangkis
sang Guru

Seperti biasa... 
setelah usai shalat lhohor
si Murid minta diri mohon pulang
menengok sang Bunda

Tercegat dijalan... 
seorang pak Tua minta pertolongan
untuk mengangkut buah anggurnya
mendekat dijalan poros

Terimakasih, Anak muda... 
sambil menyodorkan sekantong buah
anggur besar dan manis

Balik ke Guru... 
"Nah, inilah rezeki buah anggur
hasil usaha kerja keras," katanya

Hmm, itulah... 
yang tadi dijanjikan ALLAH padaku
cuma duduk doank 'dzikir'
bisa makan buah anggur
WALLAHU A'LAM BISHAWAB. 

Penulis : Amirullah, Lainungan, 
                Sidenreng Rappang ( SidRap ), 
                Sulawesi Selatan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8. AKSARA CINTA

152. SURAT CINTA PUAN KYAI ( 2 )

156. SYAKARA ENTREPRENEUR