115. MENCARI CINTA
Dahulu...
sudah pada ketawa ketiwi
tapi tak mampu menghapus air mata
Hmm, siapakah...
yang pergi pergi mencari siapa
kurangkanlah kita keluar dari nurani?
Ya, silahkan...
dengan beragam macam cara
tapi jangan lupa senantiasa bahagia
Agak lancung...
itulah karakter suatu keramaian
bahagia-nya hanya berdiri di satu
kaki saja
Nah dirimu-lah...
siapa lagi yang akan di harapkan
yuk, mari kita dewasakan anak kita?
Sunyi senyap...
iya, benar tidak menor memang
namun dia akan menyimpan bahagia
Mubazir kali...
atau mungkin rezeki nomplok
hati hati terhadap pasung modernisasi
Muslim muslimah...
kembali-lah kepada TUHAN-mu
rumah-mu surgamu dan sungguh
pada keramaian hanya sebagian
saja yang haq
Mohon maaf...
bukan sesuatu yang di haruskan
sekadar tulisan seorang imajinasi.
Penulis :Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan.
Komentar
Posting Komentar