113. DIA MELIHAT TUHAN ( 4 )
Wahai...
mohon maaf-ku padamu
ku-hanya kembara di padang Savana
Wahai...
tunduk hormat-ku untukmu
ku-sekadar pemulung di titian aksara
Katanya :
Mengapa...
selalu kembali di masa silam
mungkin karena engkau belum
mengenal-NYA?
Mengapa...
senantiasa takut akan hari esok
mungkin karena engkau tidak
menemukan-NYA?
Setelah-nya...
jika belum melihat TUHAN-mu
maka betapa langkah-mu tak cukup
layak
Wahai...
sungguh engkau indah di mata TUHAN
yang tercenung menung memikirkan
surat ayat ayat-NYA dan bukan
tukang bertanya
Wahai...
bertanyalah kepada yang haq
ampun-ku tercurah selalu ku-bukan ahli-nya.
Penulis : Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan.
Komentar
Posting Komentar