109. CINTA BERTITAH
Tersakiti...
atau menyakiti
titah dari sang pena
Dahulu...
sebelum ada di sini
begitulah kita iyakan
TUHAN...
kau bersama DIA
pencinta dan di CINTA
Tidak...
habis keluh kesah
bukan menambah beban
Apalagi...
yang hendak di tutur
letih sudah debat-ku?
Mengapa...
hanya datang memaki
mencaci juga menghujat?
Jangan...
enyah-lah di kau
mungkinkah melawan
takdir?
Titah pena...
biarkan saja ku-bercinta
senja laut dan gelombang
ALLAH...
DIA Maha cinta
bukan memilih tetapi
di pilih-kan.@
Penulis: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan.
Komentar
Posting Komentar