91. CINTA YANG LARA

Mayo habis terbakar...
jalan-jalan lengang di setiap sudut
bagai tak ada lagi tanda-tanda kehidupan

Mayat-ku sungsang...
tertimpa puing-puing gubuk yang usang
ada kerinduan yang tercekik dibalik keragu-raguan

Nyata dari kejauhan...
kulihat mereka tertawa ber-iring jalan
"Wahai tunggu tolong-lah aku," teriakan-ku

Mereka tidak berpaling...
mungkin tak mendengar panggilanku
ku-senantiasa menanti cinta yang datang

Ooo, cinta dimana...
sungguh tega dan betapa kejamnya di kau
mayat-ku terbakar menoleh pun kau tidak?

Kota-ku sudah mati...
mayat-mayat yang kaku dan gosong
mereka berserakan dan bergelimpangan
ada apa dan kenapa para wartawan jurnalis
berkonsi pada menghilang?

Ekh, sungguh heran...
aku melihat diriku belum mati
mayat itu berjuang bangkit dari kubur
ia berjalan ter-huyung dan tertatih-tatih :
"Aku mau pergi ke rumah sakit klinik Operasi Plastik," katanya

Duhai, sesuatu yang datang...
hujan deras tumpah mengguyur Kota-ku
Alhamdulillah terimakasih-ku TUHAN
ENGKAU mempercantik bumi-MU lagi.

oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, INDONESIA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8. AKSARA CINTA

152. SURAT CINTA PUAN KYAI ( 2 )

156. SYAKARA ENTREPRENEUR