95. CINTA YANG HILANG
Apa lagi... ...
dan bagai mana lagi
bila sudah tak kau butuhkan?
Dulu kau tahu... ...
setelah itu kita menjalin kasih :
"Bersama-sama kita bisa," katamu
Hari yang bahagia... ...
dua tahun telah kita jalani bersama
entah mengapa kini kau menjadi lain?
Redup sudah kehangatan...
setiap aku pulang kau marah melulu
"Berapa mengapa cuma recehan?" katamu
Takdir yang memisahkan...
ku-pasrah atas semua keputusanmu
cukup aku seorang yang kau sepelekan
moga kelak semua hasratmu menjadi indah
yang senantiasa mengiringi hari-harimu
Mengapa dulu terjadi...
cintamu padaku hanya sampai disini
TUHAN-ku, kuatkan-lah ke dua kakiku?
Hari langit yang biru...
seakan bertutur kata padaku :
"Terbanglah tinggi di langit nirwana
karena cinta bukan penjara bagimu."
Kau tergoda kekasih-ku...
ku-berharap gula-gula cinta itu abadi
bukan habis manis sepah terbuang
dan biarlah aku yang mengalah.
oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
dan bagai mana lagi
bila sudah tak kau butuhkan?
Dulu kau tahu... ...
setelah itu kita menjalin kasih :
"Bersama-sama kita bisa," katamu
Hari yang bahagia... ...
dua tahun telah kita jalani bersama
entah mengapa kini kau menjadi lain?
Redup sudah kehangatan...
setiap aku pulang kau marah melulu
"Berapa mengapa cuma recehan?" katamu
Takdir yang memisahkan...
ku-pasrah atas semua keputusanmu
cukup aku seorang yang kau sepelekan
moga kelak semua hasratmu menjadi indah
yang senantiasa mengiringi hari-harimu
Mengapa dulu terjadi...
cintamu padaku hanya sampai disini
TUHAN-ku, kuatkan-lah ke dua kakiku?
Hari langit yang biru...
seakan bertutur kata padaku :
"Terbanglah tinggi di langit nirwana
karena cinta bukan penjara bagimu."
Kau tergoda kekasih-ku...
ku-berharap gula-gula cinta itu abadi
bukan habis manis sepah terbuang
dan biarlah aku yang mengalah.
oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
Yuk, silahkan komen. Bisa berupa koreksi, untuk perbaikan. Thanks
BalasHapus