51. ASMARA DI AWAN

Wahai pujaan hati...
dahulu tatkala baru menikah :
"Wahai Kanda-ku sayang...
buatlah aku tak melupakanmu," bisikmu

Aku lupa ber-tanya...
cintaku padamu memang 'Cinta Berat' dan
aku tengah sibuk bagai gasing berpusing

Aduhai maafkan aku...
setelah dua tahun rumah tangga kita bina
baru kusadari kedokmu ternyata A sampai Z

Duhh, kalau begitu inginmu...
manalah mungkin aku melakukan korupsi
apalagi jabatanku masih sedang-sedang saja

Kemana saja aku selama ini...
sehingga tak mengenal diri sudah bau tanah
sok-sok remaja mengejar  cinta A.B.G
dari negeri Maya ?

"Bercerai," itu katamu padaku

Duhai nasib cintaku...
masih ingin rasanya memadu kasih
namun apa daya semua jalan sudah tersumbat
biarlah ku-ikhlaskan dia kepada orang ke tiga

Wahai mantan-ku dengarkan...
engkau satu didunia wanita yang ku-cinta
dan bagaimana cara aku bisa melupakanmu?

Belahan jiwa-ku ingatlah...
bila esok badai prahara menghantam-mu
aku tetap menunggumu di sini dan selamanya.

oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, INDONESIA.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

8. AKSARA CINTA

152. SURAT CINTA PUAN KYAI ( 2 )

156. SYAKARA ENTREPRENEUR