50. DENDAM DAN CINTA
Siapa dia...?
"Pemilik perusahaan ini,"
Oo, begitu...!
Apa gerangan...
engkau datang disini
bukankah katamu dulu
antara kita tidak
bergaris takdir?
Tawakal...
ini mesti kita terima
dan harus pasrah dan
lebih ber-sabar
Sepanjang hidup
selalu ada yang tidak
mungkin manusia
bisa mengelak
Dalam do'a :
"TUHAN-ku...
bahagiakanlah mereka
hari ini dan selamanya."
Perginya cinta...
mengapa harus ada
yang bernama pilihan
lalu akhirnya jadi
penyesalan?
TUHAN-ku...
maafkan salah dosaku
karena selama ini
berharap selain
dari pada-MU.
oleh : Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
"Pemilik perusahaan ini,"
Oo, begitu...!
Apa gerangan...
engkau datang disini
bukankah katamu dulu
antara kita tidak
bergaris takdir?
Tawakal...
ini mesti kita terima
dan harus pasrah dan
lebih ber-sabar
Sepanjang hidup
selalu ada yang tidak
mungkin manusia
bisa mengelak
Dalam do'a :
"TUHAN-ku...
bahagiakanlah mereka
hari ini dan selamanya."
Perginya cinta...
mengapa harus ada
yang bernama pilihan
lalu akhirnya jadi
penyesalan?
TUHAN-ku...
maafkan salah dosaku
karena selama ini
berharap selain
dari pada-MU.
oleh : Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
Komentar
Posting Komentar