47. ANGIN SURGA
Hmm...
tidak ada lagi aku kini
kumelepas kepergianmu
dengan hati yang tulus
Hujan gerimis...
sebuah mobil mewah terbaru
menepi di depan rumah mu
Benarkah mataku...
sebentuk kaki yang indah
sedang menjulur di balik pintu?
Tak terpikirkan...
bukankah engkau yang memulai
akh, mimpi apakah aku semalam?
Katamu dulu...
tanpa aku hidup-mu hampa
tapi kini engkaulah yang
berubah haluan
Untaian cinta yang merdu
yang engkau persembahkan untukku
kini berakhir dengan air mata
Duh, kisah cintaku..
engkau berselingkuh didepan mata
ada rasa sesal dalam diri mengapa
terlahir dipencundangi keadaan?
Engkau membunuh-ku...
dan maafkanlah di relung hatiku
belum datang kata yang terbersit
untuk menerima alasan-mu
Cinta hari ini...
sungguh jauh di luar perkiraan
yang membuat-ku tersungkur
tiada berdaya
Waktu untuk datang...
dan ada waktu untuk tinggal
bila ku-pergi takkan kembali lagi
Ku-kira angin surga...
ternyata pedang di tangan-mu
tengah menembus jantung-ku dan
tiada tersisa lagi selain melupakan-mu
Siapa yang salah...
apalagi yang bisa di harapkan
dariku yang telah engkau binasakan?
oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
tidak ada lagi aku kini
kumelepas kepergianmu
dengan hati yang tulus
Hujan gerimis...
sebuah mobil mewah terbaru
menepi di depan rumah mu
Benarkah mataku...
sebentuk kaki yang indah
sedang menjulur di balik pintu?
Tak terpikirkan...
bukankah engkau yang memulai
akh, mimpi apakah aku semalam?
Katamu dulu...
tanpa aku hidup-mu hampa
tapi kini engkaulah yang
berubah haluan
Untaian cinta yang merdu
yang engkau persembahkan untukku
kini berakhir dengan air mata
Duh, kisah cintaku..
engkau berselingkuh didepan mata
ada rasa sesal dalam diri mengapa
terlahir dipencundangi keadaan?
Engkau membunuh-ku...
dan maafkanlah di relung hatiku
belum datang kata yang terbersit
untuk menerima alasan-mu
Cinta hari ini...
sungguh jauh di luar perkiraan
yang membuat-ku tersungkur
tiada berdaya
Waktu untuk datang...
dan ada waktu untuk tinggal
bila ku-pergi takkan kembali lagi
Ku-kira angin surga...
ternyata pedang di tangan-mu
tengah menembus jantung-ku dan
tiada tersisa lagi selain melupakan-mu
Siapa yang salah...
apalagi yang bisa di harapkan
dariku yang telah engkau binasakan?
oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
Ok
BalasHapus