41. MENGAPA TUHAN? (5)

Ketuaan...
ujung dari semua pengurangan
maka lepaskanlah sebanyak mungkin
bekal kita menuju ke alam kekal abadi

Dan jenazah...
adalah puncak dari segala kebodohan
merugilah mereka yang melepaskan waktu
dia merangkak demi pahala subuh di atas
dari pada dunia dan se-isinya

Kalau engkau terlahir bernama Emas
kemungkinan besar engkau akan berkata
syukurlah aku tidak bernama Perak
tahun menuju ke tahun uban pun berjanji

Kalau engkau terlahir bernama Perak
kemungkinan besar engkau akan berkata
syukurlah aku tidak bernama Perunggu
bulan menuju ke bulan uban pun berjanji

Kalau engkau terlahir bernama Perunggu
kemungkinan besar engkau akan berkata
syukurlah aku tidak bernama Tanah
minggu menuju ke minggu uban  berjanji

Kalau engkau terlahir bernama Tanah
kemungkinan besar engkau akan berkata
syukurlah aku tidak bernama Sampah
maka uban mu seakan kain kafan putih

Jenazah tak lagi berhijrah...
dari yang buruk menjadi yang baik
dan yang baik menjadi lebih baik lagi
kita semua sudah pasti calon jenazah

Kita belajar bersyukur...
mau meluangkan waktu berjalan-jalan
di rumah sakit, panti, penjara, dan kuburan
bersyukur TUHAN mencurahkan kasih dan
sayang-NYA

Di mata TUHAN...
DIA yang Maha adil dan tetap adil
yang kaya atau miskin yang raja atau jelata
menjalani takdir perjanjian hingga tamat

Bukan masalah status...
namun siapa yang baik dan yang buruk
dalam penyelesaian isi perjanjian-nya
ketika dia belum keluar melihat dunia

Siapa-siapa yang bahagia...
yang tetap indah ujung perjalanannya
setia istiqamah kepada yang MAHA CINTA.

oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8. AKSARA CINTA

152. SURAT CINTA PUAN KYAI ( 2 )

156. SYAKARA ENTREPRENEUR