42. MENGENAL TUHAN (3)
Perang syair...
tentang TUHAN belum berakhir
si Sufi timur melawan si Sufi barat
Si Sufi dari timur : ...
"Aku ada di dalam DIA
dan engkau ada di dalam DIA."
Si Sufi dari barat : ...
"Aku ada di luar DIA
dan engkau ada di luar DIA."
Si Sufi dari timur : ...
"Tunggal asali yang pertama
tiada lain hanya DIA yang ada."
Si Sufi dari barat : ...
"Yang baharu banyak berbilang
tak dapat di hitung nyata adanya."
Si Sufi dari timur : ...
"Kekosongan semata dalam diam
adalah tiada di dalam kekosongan."
Si Sufi dari barat : ...
"Dalam kekosongan ada DIA
adalah cahaya di atas cahaya ada."
Debat para si Sufi...
perang ini agaknya sulit berdamai
kedua belah pihak tak mau bertitik satu
Mengingat akan mati...
menata hati kita semoga lebih berarti
yang senantiasa beribadah dan bertaubat
Tatkala ajal menjemput...
di sana jasad-jasad si Sufi utuh adanya
walau seribu tahun berlalu di telan bumi.
oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
tentang TUHAN belum berakhir
si Sufi timur melawan si Sufi barat
Si Sufi dari timur : ...
"Aku ada di dalam DIA
dan engkau ada di dalam DIA."
Si Sufi dari barat : ...
"Aku ada di luar DIA
dan engkau ada di luar DIA."
Si Sufi dari timur : ...
"Tunggal asali yang pertama
tiada lain hanya DIA yang ada."
Si Sufi dari barat : ...
"Yang baharu banyak berbilang
tak dapat di hitung nyata adanya."
Si Sufi dari timur : ...
"Kekosongan semata dalam diam
adalah tiada di dalam kekosongan."
Si Sufi dari barat : ...
"Dalam kekosongan ada DIA
adalah cahaya di atas cahaya ada."
Debat para si Sufi...
perang ini agaknya sulit berdamai
kedua belah pihak tak mau bertitik satu
Mengingat akan mati...
menata hati kita semoga lebih berarti
yang senantiasa beribadah dan bertaubat
Tatkala ajal menjemput...
di sana jasad-jasad si Sufi utuh adanya
walau seribu tahun berlalu di telan bumi.
oleh: Amirullah, Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Komentar
Posting Komentar