28. MENCARI TUHAN (4)
Kata Kyai ustadz...
engkau tidak akan mengenal-NYA
sebelum engkau mengenal dirimu sendiri
Yang senantiasa mau berjuang...
dan berkorban banyak untuk memikirkan-NYA
moga memperoleh sesuatu dari tuntutannya
"Eee, tunggu dulu kawan...
ada tetamu yang baru saja datang
sepertinya sedang mencari tuan Guru."
Dia bernama Eyang Labu...
lama sekali beliau baru turun gunung
orang-orang menjulukinya Ki Bangun Tapa
Ada kebiasaan di Santri...
para murid di padepokan Gunung Lawan
suka mencuri dengar dibalik dinding bambu
"Siapa TUHAN...
katanya ada TUHAN siapa itu
aku ingin melihat-NYA siapa?", katanya
"Dimana TUHAN...
katanya ada TUHAN di manakah
tunjukkan kepadaku tempat-NYA?", susulnya
"Bagaimana itu TUHAN...
ayo antarkan aku kepada TUHAN
aku mau pergi bertemu DIA?", serunya
Begitulah Eyang Labu...
bila beliau kunjungan ke sahabatnya
setelah usai melakukan tapa Nyepi
lalu saling berbagi pengalaman
Bahasanya orang Sufi...
yang khusus untuk kalangan sendiri
yang senantiasa memfokuskan diri
hanya untuk beribadah
Yang di luar golongan-nya...
janganlah risau memaksa diri memahami
dan tidak semua bisa mencerna tutur kata
dan bahasa orang-orang Tasawuf.
Oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
engkau tidak akan mengenal-NYA
sebelum engkau mengenal dirimu sendiri
Yang senantiasa mau berjuang...
dan berkorban banyak untuk memikirkan-NYA
moga memperoleh sesuatu dari tuntutannya
"Eee, tunggu dulu kawan...
ada tetamu yang baru saja datang
sepertinya sedang mencari tuan Guru."
Dia bernama Eyang Labu...
lama sekali beliau baru turun gunung
orang-orang menjulukinya Ki Bangun Tapa
Ada kebiasaan di Santri...
para murid di padepokan Gunung Lawan
suka mencuri dengar dibalik dinding bambu
"Siapa TUHAN...
katanya ada TUHAN siapa itu
aku ingin melihat-NYA siapa?", katanya
"Dimana TUHAN...
katanya ada TUHAN di manakah
tunjukkan kepadaku tempat-NYA?", susulnya
"Bagaimana itu TUHAN...
ayo antarkan aku kepada TUHAN
aku mau pergi bertemu DIA?", serunya
Begitulah Eyang Labu...
bila beliau kunjungan ke sahabatnya
setelah usai melakukan tapa Nyepi
lalu saling berbagi pengalaman
Bahasanya orang Sufi...
yang khusus untuk kalangan sendiri
yang senantiasa memfokuskan diri
hanya untuk beribadah
Yang di luar golongan-nya...
janganlah risau memaksa diri memahami
dan tidak semua bisa mencerna tutur kata
dan bahasa orang-orang Tasawuf.
Oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
Komentar
Posting Komentar