15. MENCARI TUHAN (3)
Musibah datang...
di luar jangkauan nalar manusia
gempa dadakan membelah bumi
Awan gelap menggelegar...
jerit tangis saling susul histeris
membaur misteri gemuruh mengaung
Gunung dan perbukitan...
peluang longsor bahaya pada ketinggian
mereka berserakan ditanah-tanah lapang
Kepanikan trauma berganti...
desas-desus seliweran gempa susulan
gedung-gedung-pun berderak dan tumbang
Selamatkan diri kalian...
ambil anak-anak dan segera cari aman
tsunami, tsunami, dia akan segera datang
Terimakasih, ya ALLAH ...
nyawa ini masih terkandung di badan
yang kaya raya mendadak jatuh miskin
Waspada jarang goyang...
jangan pernah melupakan sejarah
hidup ini rotasi yang dipergilir-kan
Tak terhingga...
puja dan puji syukur kepada TUHAN
masih menyisakan yang di cintai-NYA.
Oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
di luar jangkauan nalar manusia
gempa dadakan membelah bumi
Awan gelap menggelegar...
jerit tangis saling susul histeris
membaur misteri gemuruh mengaung
Gunung dan perbukitan...
peluang longsor bahaya pada ketinggian
mereka berserakan ditanah-tanah lapang
Kepanikan trauma berganti...
desas-desus seliweran gempa susulan
gedung-gedung-pun berderak dan tumbang
Selamatkan diri kalian...
ambil anak-anak dan segera cari aman
tsunami, tsunami, dia akan segera datang
Terimakasih, ya ALLAH ...
nyawa ini masih terkandung di badan
yang kaya raya mendadak jatuh miskin
Waspada jarang goyang...
jangan pernah melupakan sejarah
hidup ini rotasi yang dipergilir-kan
Tak terhingga...
puja dan puji syukur kepada TUHAN
masih menyisakan yang di cintai-NYA.
Oleh: Amirullah, Lainungan,
Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan,
INDONESIA.
Komentar
Posting Komentar